Spasi


Dari dulu hingga sekarang, Aku selalu terkelitik dengan pertemuan kita pertama kali. Entah Aku yang cupu atau Aku yang kepedean? Hahahaha intinya hari itu jadi sejarah di mana kita dipertemukan di atas kapal yang sama, dan dengan perjalanan yang sama pula. Ke rumahku.

Tulisan ini mungkin tidak akan menceritakan bagaimana kita menghabiskan waktu saat di kapal, melainkan menceritakan bagaimana bisa kita hingga sedekat ini sekarang.

Facebook jadi saksi bisu percakapan kita hingga akhirnya tidak digunakan lagi sampai sekarang. Aku bukan orang yang pandai mengingat sesuatu, oleh karena itu aku menuliskannya menjadi draft seperti ini. Ntah nanti kau baca atau tidak, itu urusan belakangan. Yang terpenting bagiku, Kau adalah sosok yang membuat aku terus bahagia hingga saat ini dan tulisan ini menjadi nyawa saat kau benar-benar tidak menghubungiku lagi seperti sekarang.

Saat kuliah, KKN adalah kegiatan yang sangat ditunggu oleh mahasiswa. Mungkin olehmu, dan olehku juga. KKN jadi ajang pencarian amal dan pengalaman baru yang mengasikkan menurutku. Tapi siapa sangka, karena KKN kita dipertemukan? tidak ada yang pernah merencanakan, semuanya terjadi begitu cepat.

Aku ingat sekali waktu itu menghubungimu karena Kamu adalah satu-satunya yang menjawab pesanku di grup facebook KKN-mu. Sampai sekarang Aku juga tidak terlalu mengerti kenapa Aku bisa selancang itu masuk ke grup orang? Hahahahahaha. Tapi intinya saat itu Aku cuma ingin berbagi pengalaman tentang KKN sebelumnya. Mungkin dari yang aku dapatkan dan evaluasi, bisa membantu timmu dan membantu menepatkan sasaran kegiatannya. Maksudku begitu saat memutuskan untuk masuk ke grup KKN-mu.

Percakapan kita di inbox saat itu dimulai dengan diskusi mengenai kegiatan yang akan dilakukan sampai akhirnya Aku lancang untuk membuka profilmu. Ya ini sebagai bentuk pengakuan dosa sebenernya. Suatu saat juga akan Aku ceritakan tentang kejadian ini. Mungkin saat waktunya tepat. Saat kau menghubungiku setelah pulang dari penempatan. semoga saja.